<br />
<b>Notice</b>:  Function _load_textdomain_just_in_time was called <strong>incorrectly</strong>. Translation loading for the <code>rank-math</code> domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the <code>init</code> action or later. Please see <a href="https://developer.wordpress.org/advanced-administration/debug/debug-wordpress/">Debugging in WordPress</a> for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in <b>/home/wartajaya.com/public_html/wp-includes/functions.php</b> on line <b>6131</b><br />
{"id":2605,"date":"2021-05-06T13:24:50","date_gmt":"2021-05-06T06:24:50","guid":{"rendered":"http:\/\/wartajaya.com\/?p=2605"},"modified":"2021-05-06T13:24:52","modified_gmt":"2021-05-06T06:24:52","slug":"3-kritik-partai-demokrat-untuk-pemerintahan-jokowi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/2021\/05\/06\/3-kritik-partai-demokrat-untuk-pemerintahan-jokowi\/","title":{"rendered":"3 Kritik Partai Demokrat untuk Pemerintahan Jokowi"},"content":{"rendered":"\n<p>Bisnis.com, JAKARTA &#8211; Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat mengatakan, bahwa pemerintah masih punya banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan meskipun hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kompas menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah mencapai 69 persen. \u201cPeningkatan kepuasan publik atas kinerja pemerintah secara umum mencapai 69 persen pada April 2021, sebelumnya 66,3 persen pada Januari 2021. Namun, itu diharapkan tidak membuat pemerintah berpuas diri, karena banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah seperti yang berulang kali disampaikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono,\u201d kata Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra lewat pesan tertulisnya di Jakarta, Rabu (5\/5\/2021). Balitbang Kompas pada Senin (3\/5\/2021) mengumumkan hasil survei salah satunya terkait kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Baca Juga : KSP Pastikan Presiden dan Menkesu Satu Suara soal THR ASN Survei itu berlangsung selama 13-26 April 2021 dan melibatkan 1.200 responden. Setidaknya ada tiga isu yang masih harus diperhatikan oleh pemerintah, yaitu terkait penanganan pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi, dan turunnya kualitas demokrasi di dalam negeri. \u201cKemunculan vaksin Covid-19 memang memberikan harapan baru, tetapi bukan berarti pandemi ini otomatis selesai dengan keberadaan vaksin. Apalagi, laju vaksinasi masih terbilang rendah,\u201d kata Herzaky. Dikatakan,&nbsp; selebrasi dan euforia adanya vaksin Covid-19 harus diikuti dengan konsistensi penerapan protokol kesehatan, peningkatan tes Covid-19 per satu juta populasi, dan penguatan daya dukung pelayanan kesehatan. Baca Juga : Ekonomi Membaik, Jubir Presiden: Berkat Perngorbanan Rakyat Indonesia \u201cJanganlah kita terjebak dengan selebrasi-selebrasi dini, yang bisa membuat kita abai dengan hal paling esensi dalam menghadapi Covid-19, yaitu menumbuhkan kesadaran terkait pentingnya protokol kesehatan dan melaksanakan itu secara konsisten,\u201d kata dia menerangkan. Dia mengingatkan lonjakan kasus Covid-19 di India harus jadi pelajaran berharga bagi pemerintah dan masyarakat di tanah air. \u201cPascavaksinasi yang berlangsung begitu cepat di India, kasus Covid-19 justru meledak dalam minggu-minggu terakhir ini,\u201d ujarnya menambahkan. Sementara itu, terkait pemulihan ekonomi, Partai Demokrat menyoroti pertumbuhan konsumsi domestik yang masih negatif. \u201cKonsumsi domestik merupakan kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi, sedangkan defisit anggaran pemerintah begitu besar yang diprediksi mencapai 1.006 triliun, dan utang per Maret 2021 mencapai Rp6.445,07 triliun,\u201d sebut Herzaky. Terakhir, pemerintah masih harus memperbaiki kualitas demokrasi mengingat laporan The Economist Intelligence Unit yang terbit pada tahun ini menunjukkan indeks Demokrasi Indonesia pada 2020 mencapai tingkat terendah selama 14 tahun terakhir. \u201cKebebasan sipil di Indonesia semakin menurun. Banyak yang merasa takut, dibungkam untuk bersuara, apalagi jika dianggap berbeda dari apa yang disampaikan oleh pemerintah. Ruang untuk perbedaan pendapat semakin menyempit,\u201d kata Herzaky. Laporan Indeks Demokrasi 2020 The Economist Intelligence Unit menunjukkan Indonesia menempati peringkat ke 64 dengan skor 6.3, turun dari 6.48 pada periode sebelumnya. Di samping laporan itu, Herzaky juga mengutip hasil survei Indikator Politik Indonesia, diumumkan Selasa (4\/5\/2021), yang menunjukkan 69,6 persen responden setuju publik makin takut menyampaikan pendapatnya di muka umum.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini telah tayang di&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.bisnis.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bisnis.com<\/a>&nbsp;dengan judul &#8220;3 Kritik Partai Demokrat untuk Pemerintahan Jokowi&#8221;, Klik selengkapnya di sini:&nbsp;<a href=\"https:\/\/kabar24.bisnis.com\/read\/20210506\/15\/1390977\/3-kritik-partai-demokrat-untuk-pemerintahan-jokowi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/kabar24.bisnis.com\/read\/20210506\/15\/1390977\/3-kritik-partai-demokrat-untuk-pemerintahan-jokowi<\/a>.<br>Author: Newswire<br>Editor : Nancy Junita<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bisnis.com, JAKARTA &#8211; Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat mengatakan, bahwa pemerintah masih punya banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan meskipun hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kompas menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah mencapai 69 persen. \u201cPeningkatan kepuasan publik atas kinerja pemerintah secara umum mencapai 69 persen pada April 2021, sebelumnya &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2607,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2605","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2605","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2605"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2605\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2608,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2605\/revisions\/2608"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2607"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2605"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2605"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2605"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}