<br />
<b>Notice</b>:  Function _load_textdomain_just_in_time was called <strong>incorrectly</strong>. Translation loading for the <code>rank-math</code> domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the <code>init</code> action or later. Please see <a href="https://developer.wordpress.org/advanced-administration/debug/debug-wordpress/">Debugging in WordPress</a> for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in <b>/home/wartajaya.com/public_html/wp-includes/functions.php</b> on line <b>6131</b><br />
{"id":18358,"date":"2025-08-25T11:32:26","date_gmt":"2025-08-25T04:32:26","guid":{"rendered":"https:\/\/wartajaya.com\/?p=18358"},"modified":"2025-08-25T11:32:26","modified_gmt":"2025-08-25T04:32:26","slug":"brigjen-pol-trunoyudo-polri-harus-siap-hadapi-tantangan-agentic-ai-dalam-fgd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/2025\/08\/25\/brigjen-pol-trunoyudo-polri-harus-siap-hadapi-tantangan-agentic-ai-dalam-fgd\/","title":{"rendered":"Brigjen Pol. Trunoyudo: Polri Harus Siap Hadapi Tantangan Agentic AI dalam FGD"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (<a href=\"https:\/\/satubersama.com\/?s=AI\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">AI<\/a>) kembali menjadi sorotan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk \u201cAgentic Artificial Intelligence (A-AI): Komplikasi atau Solusi\u201d yang digelar di Ruang Kelas Tekadku Pengabdian Terbaik, Graha Tanoto STIK, pada Senin (25\/8\/2025).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan ini menghadirkan Brigjen. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., selaku Karo Penmas Divhumas Polri sebagai narasumber utama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam paparannya, Brigjen. Pol. Trunoyudo menekankan pentingnya memahami perkembangan AI tidak hanya sebagai tren teknologi, tetapi juga sebagai fenomena strategis yang memengaruhi dunia kepolisian, keamanan, dan komunikasi publik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Brigjen. Pol. Trunoyudo membuka sesi dengan mengulas sejarah <\/span>m<span style=\"font-weight: 400;\">esin sandi Enigma buatan Jerman yang digunakan pada Perang Dunia II.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Enigma dianggap mustahil dipecahkan karena memiliki kombinasi kunci yang nyaris tak terbatas. Namun, berkat inovasi Alan Turing melalui mesin Bombe pada 1940, sandi itu berhasil dibongkar hanya dalam hitungan jam hingga hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSejarah Enigma memberi pelajaran penting bahwa setiap teknologi, sekuat apapun, selalu ada cara untuk dipahami dan dilawan. Prinsip ini juga berlaku untuk AI modern,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>3 Tingkatan AI: Dari ANI ke ASI<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam materinya, Brigjen Trunoyudo menjelaskan tiga level perkembangan AI:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Artificial Narrow Intelligence (ANI)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 AI sempit atau spesifik, hanya mampu menjalankan satu tugas, seperti ChatGPT, Google Translate, atau Siri.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\n<p><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Artificial General Intelligence (AGI)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 AI umum dengan kecerdasan setara manusia, bisa belajar lintas bidang. Saat ini masih berupa penelitian.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\n<p><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Artificial Super Intelligence (ASI)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 AI super yang melampaui manusia dalam hampir semua aspek, dari sains, seni, hingga pengambilan keputusan. ASI masih dalam ranah spekulasi, namun berpotensi memberi manfaat besar sekaligus risiko.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\n<p><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPertanyaan utamanya, apakah AI akan menjadi solusi atau justru komplikasi? Semua tergantung bagaimana kita mengelolanya,\u201d ujar Trunoyudo.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Potensi Ekonomi dan Risiko AI<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip pernyataan Wamenkominfo Nezar Patria, Brigjen. Pol. Trunoyudo Trunoyudo menyebut bahwa AI diproyeksikan menyumbang hingga 366 miliar dolar AS terhadap PDB Indonesia pada 2030. Bahkan, 95% bisnis di Indonesia berminat menggunakan AI generatif, sementara 22,1% pekerja sudah mulai memanfaatkannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, di balik potensi besar tersebut, terdapat risiko seperti deepfake, serangan siber otomatis, hingga bias algoritma. Karena itu, Polri dan lembaga pemerintah lain dituntut membangun sistem pengamanan yang mampu mengimbangi ancaman ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>AI: Komplikasi atau Solusi?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Brigjen. Pol. Trunoyudo menekankan lima hal penting yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi era AI:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Memahami sistem AI<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: membangun AI yang dapat dijelaskan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">explainable AI<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) agar keputusan mesin transparan.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\n<p><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Membangun \u201cmesin Bombe\u201d baru<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: melawan AI dengan AI, terutama untuk deteksi deepfake dan serangan digital.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\n<p><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Regulasi dan etika<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: menyusun kode etik serta hukum internasional terkait penggunaan AI.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\n<p><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kolaborasi multidisiplin<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: melibatkan pakar AI, hukum, sosiologi, pemerintah, dan industri.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\n<p><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Literasi publik<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: meningkatkan pemahaman masyarakat agar tidak mudah terjebak hoaks berbasis AI.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\n<p><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diskusi ini juga menegaskan bahwa AI tidak bisa dipandang hanya sebagai alat, melainkan ekosistem baru yang membawa peluang sekaligus tantangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSeperti Enigma yang akhirnya bisa dipatahkan, AI juga harus kita kelola dengan kolaborasi, regulasi, dan literasi. Pertanyaannya, apakah AI menjadi komplikasi atau solusi, jawabannya ada pada kesiapan kita,\u201d pungkas Brigjen. Pol. Trunoyudo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FGD ini diharapkan dapat membuka wawasan para peserta, khususnya di lingkungan Polri, tentang pentingnya strategi penggunaan AI secara etis, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kembali menjadi sorotan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk \u201cAgentic Artificial Intelligence (A-AI): Komplikasi atau Solusi\u201d yang digelar di Ruang Kelas Tekadku Pengabdian Terbaik, Graha Tanoto STIK, pada Senin (25\/8\/2025). Kegiatan ini menghadirkan Brigjen. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., selaku Karo Penmas Divhumas Polri sebagai narasumber utama.\u00a0 Dalam paparannya, Brigjen. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":18359,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[262],"tags":[255,1905],"class_list":["post-18358","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jaga-negeri","tag-polri","tag-pt-qudo-buana-nawakara"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18358","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18358"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18358\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18360,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18358\/revisions\/18360"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18359"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18358"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18358"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18358"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}