<br />
<b>Notice</b>:  Function _load_textdomain_just_in_time was called <strong>incorrectly</strong>. Translation loading for the <code>rank-math</code> domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the <code>init</code> action or later. Please see <a href="https://developer.wordpress.org/advanced-administration/debug/debug-wordpress/">Debugging in WordPress</a> for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in <b>/home/wartajaya.com/public_html/wp-includes/functions.php</b> on line <b>6131</b><br />
{"id":16685,"date":"2023-01-18T12:02:02","date_gmt":"2023-01-18T05:02:02","guid":{"rendered":"https:\/\/wartajaya.com\/?p=16685"},"modified":"2023-01-18T12:02:48","modified_gmt":"2023-01-18T05:02:48","slug":"marak-konten-berbahaya-sosiolog-tuding-pemerintah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/2023\/01\/18\/marak-konten-berbahaya-sosiolog-tuding-pemerintah\/","title":{"rendered":"Marak Konten Berbahaya, Sosiolog Tuding Pemerintah"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>Pemerintah dianggap kurang menyaring sehingga banyak konten berbahaya berseliweran.<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>WARTAJAYA &#8211;\u00a0<\/strong> Perkembangan teknologi tidak hanya memberikan dampak positif tetapi juga dampak negatif. Salah satunya maraknya konten-konten berbahaya di jejaring sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok dan lainnya.<\/p>\n<p>Salah satu konten berbahaya terbaru yang bikin heboh adalah seorang remaja tiba-tiba menghadang truk di Tangerang dan kemudian tertabrak truk tersebut hingga tewas.<\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/2022\/10\/19\/pemerintah-terus-lakukan-uji-mutu-bbm-pertalite\/\">Pemerintah Terus Lakukan Uji Mutu BBM Pertalite<\/a><\/strong><\/p>\n<h4>Sebenarnya, apa penyebab fenomena konten berbahaya ini marak terjadi dimasyarakat?<\/h4>\n<p>Sosiolog Nia Elvina mengatakan bahwa fenomena ini bersumber dari kurangnya filter pemerintah kita terhadap tontonan masyarakat kita khususnya remaja dan anak-anak. Sehingga banyak konten berbahaya yang disebarkan di beranda media sosial dan bisa ditonton oleh anak-anak dan remaja.<\/p>\n<p>Selain itu, menurutnya kalangan remaja dan anak-anak, tingkat mengimitasi atau menirunya mereka masih sangat kental, sehingga mudah terpengaruh oleh konten-konten yang berbahaya tersebut.<\/p>\n<p>Sementara itu, pada aspek yang lain, internalisasi nilai-nilai yang baik\/benar atau yang seharusnya dan tidak seharusnya, belum terjadi pada remaja dan anak-anak. &#8220;Makanya penting sekali proteksi pemerintah untuk memfilter konten yang layak bagi remaja dan anak-anak,&#8221; ujarnya kepada Republika.co.id, Selasa (17\/1\/2023).<\/p>\n<p>Nia yakin pemerintah mampu melakukan hal ini, contohnya kasus implementasi aturan dari pasal penghinaan pejabat negara. &#8220;Saya amati amat efektif pengimplementasiannya. Apalagi untuk proteksi remaja dan anak-anak Indonesia, yang nanti akan menjadi pengelola negara selanjutnya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/2022\/12\/27\/pemerintah-alokasikan-rp549-triliun-untuk-gaji-pegawai-polri\/\">Pemerintah Alokasikan Rp54,9 Triliun untuk Gaji Pegawai Polri<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemerintah dianggap kurang menyaring sehingga banyak konten berbahaya berseliweran. WARTAJAYA &#8211;\u00a0 Perkembangan teknologi tidak hanya memberikan dampak positif tetapi juga dampak negatif. Salah satunya maraknya konten-konten berbahaya di jejaring sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok dan lainnya. Salah satu konten berbahaya terbaru yang bikin heboh adalah seorang remaja tiba-tiba menghadang truk di Tangerang dan kemudian tertabrak &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":16689,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[262],"tags":[868,121,870,869],"class_list":["post-16685","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jaga-negeri","tag-konten-berbahaya","tag-pemerintah","tag-social-media","tag-sosiolog"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16685","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16685"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16685\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16690,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16685\/revisions\/16690"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16689"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16685"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16685"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartajaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16685"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}